Membahas Original Content di Laboratorium Olah Cerita & Kisah (LOCK)

F

ilm karya sutradara-sutradara ikonik memiliki gaya distingtif yang membedakannya dengan sutradara lain. Sebut saja Martin Scorsese, Yorgos Lanthimos, Steven Spielberg, Ava DuVernay, dan sutradara lainnya. Jika kita mengamati dengan jeli, setiap sutradara memiliki keunikannya sendiri, bahkan beberapa menunjukkan ciri khasnya dengan sangat gamblang. Hal ini menunjukkan orisinalitas masing-masing sutradara yang kerat kaitannya dengan identitas kreatif mereka sebagai seorang seniman dalam bidang film. Lantas, mengapa orisinalitas menjadi hal yang penting dalam berkarya? Selain itu, bagaimana kita bisa mengolah orisinalitas dalam karya-karya kita?

Mengenal LOCK (Laboratorium Olah Cerita & Kisah)

Sebelum membahas lebih dalam mengenai original content, rasanya perlu kenalan terlebih dahulu dengan LOCK. Laboratorium Olah Cerita dan Kisah (LOCK) adalah hasil kerja sama BEKRAF dengan Yayasan Cipta Citra Indonesia. Kegiatan ini berfokus pada pengembangan cerita film, baik fiksi mau pun dokumenter. LOCK juga bekerja sama dengan Matthieu Darras, Founder First Cut Lab dan juga sutradara film dokumenter. Serta bekerja sama dengan Sebastian Winkels, seorang editor film.

Selain membuka pendaftaran untuk peserta pengembangan cerita, LOCK juga membuka satu hari khusus untuk Public Lecture. Kegiatan ini juga tidak dipungut biaya apa pun dan persyaratannya sangat mudah, peserta hanya mendaftar di registrasi online. Kegiatannya dilakukan pada hari Jumat tanggal 23 Agustus 2019 di Hotel Ashley, Jakarta Pusat. Terdapat enam narasumber, seperti Matthieu Darras membahas Labs, Festival, Markets. Ayman El-Amir membawa topik pengembangan Original Content. Marcelo Martinessi membicarakan soal scene dalam film. Sebastian Winkels dengan keahliannya di bidang penyuntingan gambar. Tatiana Leite menceritakan tentang creative producer, dan yang terakhir tentang cara co-produce antara Indonesia dengan Eropa oleh Didar Domehri. Tentu saja, selama kegiatan menggunakan bahasa Inggris.

Baca Juga:  5 Artis Cilik Indonesia yang Menggemaskan!

Membahas Original Content di Public Lecture

Public Lecture Laboratorium Olah Cerita & Kisah 2019
Ayman El-Amir, salah seorang lecturer dalam Laboratorium Olah Cerita dan Kisah (LOCK), mendiskusikan hal-hal tersebut melalui Public Lecture. Beliau menyatakan bahwa orisinalitas sebuah karya dibentuk dari tiga elemen dasar yang kuat; Ide, Karakter, dan Setting. Ketiganya harus saling bekerja sama untuk membangun karya yang dengan latar belakang cerita yang matang. Sebaliknya, jika elemen-elemen tersebut tidak saling bekerja sama, akan muncul tendensi untuk terciptanya sebuah karya yang eksentrik.

Sebuah karya yang eksentrik bukan berarti dapat diidentifikasikan sebagai hal yang buruk, namun adanya orisinalitas dapat membantu kita untuk memiliki sebuah koneksi emosional antara penonton dengan sebuah karya film. Sehingga, koneksi tersebut dapat menjembatani celah yang ada ketika terdapat jarak pada konteks kultural antara karya film dengan penonton.

Dalam membangun orisinalitas dalam sebuah karya, perlu digaris bawahi bahwa elemen dasar yang digunakan memerlukan persiapan yang matang. Pahami dahulu ceritamu dan “kehidupan” yang ada padanya, karena pemahaman yang mendalam akan cerita akan mengarah pada pilihan-pilihan alur yang lebih kompleks. Perjalanan hidup karakter yang ditampilkan juga penting untuk dipertimbangkan walaupun tidak semuanya terlihat secara eksplisit dalam film. Hal ini dapat berupa kehidupan sosial, perjalanan spiritual, kisah percintaan yang telah dilalui, hingga hal-hal kecil secara detail. Kamu juga bisa baca 5 prinsip dasar untuk meningkatkan kualitas film pendekmu.

Kehidupan karakter yang telah dibangun secara kompleks dapat menghindari sifat-sifat karakter yang tidak organik. Hal ini juga bisa dilatih dengan meningkatkan kepekaan dalam memperhatikan kehidupan sekitar agar dapat mengeksplorasi elemen-elemen dasar dalam membangun orisinalitas karyamu.

Yosua Imantaka

Content Writer
Seorang mahasiswa jurusan ilmu komunikasi di Universitas Sebelas Maret yang sedang menekuni penulisan kritik film. Kerap ditemukan menangis setelah menonton film coming-of-age.

Latest posts by Yosua Imantaka (see all)

Baca Juga:  4 Adegan Penting dalam Film yang Disensor

Artikel Terkait:

No Comments

Tulis Komentar: