Mengenal Cara Menggunakan Clapper Board Saat Syuting Film

Bagaimana cara menggunakan clapper board? Apa sih fungsinya? Nah, ini salah satu pertanyaan yang cukup sering ditanyakan. Tidak jarang orang menganggap clapper (atau sering disebut juga slate) hanya untuk keren-kerenan saja. Tidak banyak yang tahu betapa pentingnya papan mungil yang satu ini dalam produksi film.

Fungsi clapper amatlah krusial. Salah satu rekan kami yang bekerja sebagai clapper dan script continuity mengatakan, begitu clapper board dibunyikan, maka suara dan gambar yang direkam akan ‘menikah’. Yang dimaksud menikah disini adalah sinkron alias menyatu. Sebelum kami jelaskan fungsinya, maka penting juga kami jelaskan bagian-bagian penting yang ada di dalam clapper board:

Judul Film

Untuk memudahkan penyimpanan dan pemindahan data dan supaya tak tertukar dengan project-project lain, maka penting sekali untuk mencatat judul film di bagian atas clapper board.

Slate

Nomor slate adalah urutan nomor gambar tersebut di ambil. Dimulai dari nomor 1 dan akan bertambah terus hingga semua gambar berhasil terambil. Jadi, jika ada nomor 376 di dalam kolom slate, itu artinya gambar tersebut adalah gambar ke 376 yang diambil selama syuting.

Scene

Kolom ini menjelaskan scene berapa yang sedang diambil. Kolom ini akan diisi sesuai naskah. Jadi jika kita ingin mengambl scene 9 di naskah, maka tulislah angka 9 di kolom tersebut.

Shot

Setiap scene terdiri dari pecahan-pecahan shot. Jumlahnya tentu beragam tergantung kebutuhan sutradara. Kadang ada adegan yang hanya membutuhkan 1 shot panjang, namun bisa jadi lebih dari 10. Nah, angka-angka inilah yang dicatat di kolom shot.

Take

Setiap shot akan diambil berulang-ulang sampai sutradara merasa cukup puas dengan yang diambil. Jadi, selama sutradara belum merasa puas dengan shot yang sedang direkam, maka jumlah take akan bertambah terus.

Nama Sutradara

Nama sutradara dicatat untuk informasi saat post-production.

Nama DOP (Director of Photography)

Nama DOP juga dicatat untuk informasi saat post-production.

Tanggal Syuting

Biasanya film pendek diambil selama 3-4 hari, mungkin kurang mungkin lebih. Sementara film panjang bisa menghabiskan 2 minggu sampai 1 bulan, mungkin kurang mungkin lebih. Biasanya data yang direkam akan berjubel. Tanggal syuting penting dicatat di clapper board untuk memudahkan pendataan setelah syuting direkam.

Card

Di era digital, medium perekaman banyak menggunakan kartu, mulai dari SD Card, CF Card, hingga SSD. Satu kartu hanya bisa merekam jumlah shot tertentu, maka selama syuting kita akan berhadapan dengan banyak sekali kartu. Maka, penting untuk mencatatnya di clapperboard, agar pendataan akan semakin mudah.

Day / Nite

Kadang adegan malam tidak selalu diambil malam hari, sebaliknya adegan siang mungkin saja direkam malam hari. Oleh karena itu, penting pula mencatat apakah adegan tersebut memang berlatar malam atau siang sesuai dengan naskah.

Mengenal cara menggunakan clapper board dalam produksi film.
CARA MEMBACA

Seorang yang bertugas mencatat informasi di clapper board disebut clapper. Biasanya clapper akan bekerja dibawah Script Continuity dibawah depertemen penyutradaraan. Ia akan bekerjasama dengan Pencatat Adegan / Penanggungjawab Naskah / Script Supervisor untuk mendata kesinambungan gambar. Informasi yang ditulis di clapperboard akan dicatat oleh Pencatat Adegan dalam secarik kertas, untuk memudahkan penyunting gambar / editor dalam bekerja di post-production. Lihat contoh dokumennta di bawah ini:

Cara membacanya, pertama-tama Astrada akan memberikan perintah “SLATE IN”.

Jika kamu seorang clapper maka waspadalah dengan kalimat ini. Maka peganglah clapper board ke depan kamera. Bukalah bagian clapnya jika suara direkam di adegan tersebut, sebaliknya tutup bagian clapnya jika suara tidak direkam.

Setelah itu, tunggu aba-aba dari asisten sutradara yang akan mengatakan “SOUND”. Setelah aba-aba itu, maka perekam suara atau sound recordist akan berterika “SPEED!” atau “ROLL!” yang mengartikan bahwa alat perekam suara sudah berputar.

Setelah mendengar itu, maka bacalah informasi  sesuai dengan yang ada dalam slate tersebut, mulai dari slate, scene, shot, dan take. Sebagai contoh: “Slate 231, Scene 8, Shot 1, Take 1”. Nah, jika yang sedang direkam adalah take 2 dan seterusnya, maka cukup membaca: “Slate 231, Take 2!”.

Setelah itu, tunggulah aba-aba dari asisten sutradara, “CAMERA?!”. Setelah aba-aba ini, operator kamera juga akan menjawab “SPEED!” atau “ROLL!” yang mengartikan bahwa kamera sudah merekam.

Setelah aba-aba itu, tutuplah dan tepuklah clapper board tersebut sehingga berbunyi. Jangan buru-buru keluar dari jangkauan kamera dan biarkan kamera merekam clapper board yang tertutup kurang lebih 1 detik. Setelah itu, keluar dan sembunyilah agar kamu tidak merusak adegan yang akan di rekam.

Asisten sutradara akan memberi aba-aba “ACTION!” yang mengartikan bahwa pemain boleh memulai adegan.

 

END SLATE

End Slate digunakan jika angle pembuka adegan tidak mungkin disisipi clapper board. Atau jika ada momen yang butuh segera direkam secara cepat. Prinsipnya sama dengan sebelumnya, namun End Slate dibaca justru setelah adegan selesai dilakukan.

Biasanya asisten sutradara akan memberikan aba-aba End Slate yang mengartikan bahwa clapper board baru akan ditepuk di akhir adegan. Perhatikan aba-aba ini dan bersiaplah dengan aba-aba “CUT!” dari sutradara.

Setelah sutradara memberi aba-aba “CUT!”, maka segeralah masukan clapper board ke dalam frame dalam keadaan terbalik dan tepukan clapper board tersebut. Setelah itu, bacalah informasi yang ada di clapper board seperti biasa.

Cara menggunakan clapper board dalam produksi film.Mengenal cara menggunakan clapper board dalam syuting film.

 

SINKRONISASI

Saat post-production, editor atau penyunting gambar akan mencari gambar yang ia butuhkan sesuai dengan informasi di clapper board dan laporan oleh script supervisor. Misalnya script supervisor  mencatat bahwa sang sutradara menyukai “Slate 231, Scene 8, Shot 1, Take 1”. Maka editor akan mencari footage tersebut sesuai dengan informasinya. 

Nah, setelah itu, penyunting gambar akan mencari file suara Slate 231. Ia akan mencari titik peak dari file suara yang direkam. Ini dengan logika suara dan gambar direkam terpisah ya, sebagaimana hampir semua film merekam suara dan gambar dengan alat yang berbeda dan terpisah. 

Setelah itu, kedua titik tersebut digabungkan dan dimasukan ke dalam timeline. Alhasil, suara dan gambar pun menyatu dan siap untuk ditata dan dikelola. Jadi sekarang sudah paham dong cara kerja clapper board? Dan sekarang make sense juga dong istilah ‘menikah’ tadi? Jika ada pertanyaan atau komentar langsung saja ya ditulis di kolom komentar di bawah ini!

Comments