5 Inspirasi Ide Cerita Dari Kehidupan Sehari-Hari

 

Sebuah karya audio visual tidak hanya persoalan teknis sinkronisasi antara ganbar dengan suara yang apik. Namun, karya harus bisa mampu mengemas cerita dengan menarik. Mendapatkan inspirasi ide cerita adalah salah satu tantangan seorang penulis atau pembuat cerita. Kemampuan yang dibutuhkan untuk mendapatkan inpirasi adalah kepekaan dan rasa ingin tahu yang tinggi. Kebiasaan lain yang diperlukan untuk menjadi sutradara juga penting nih! Disebabkan inspirasi ide cerita bisa ditemukan di kehidupan sehari-hari lho! Banyak kejadian, isu, kebiasaan, bahkan budaya yang bisa kamu jadikan inspirasi ide cerita karya. Oya, jangan lupa lho bahwa kamu juga bisa menjadikan ide cerita ke berbagai genre, entah fiksi, fantasi, laga, kriminal, bahkan dokumenter.

Masa Sekolah atau Kuliah

Sekolah adalah salah satu inspirasi ide cerita dari kehidupan sehari-hari terbaik
Pada setuju tidak kalau masa sekolah atau kuliah adalah masa-masa yang paling seru? Di masa-masa ini biasanya lagi sibuk untuk berteman, nekat, dan gemas dengan tugas-tugasnya. Banyak hal yang bisa diangkat misal kisah pertemanannya, kisah nakal-nakalnya anak sekolah, atau bahkan skripsi atau Tugas Akhir yang tidak kelar-kelar! Sudah ada beberapa film yang mengambil latar sekolah menjadi ide ceritanya. Ambil contoh film Booksmart (2019) berlatar waktu kelulusan SMA yang mengangkat isu pertemanan dan rasa ingin tahu remaja. Contoh lain dari dalam negeri, dengan latar yang mirip, film karya Upi Avianto berjudul Realita, Cinta dan Rock & Roll (2006). Meski banyak karya dengan latar sekolah, tapi masih lebih banyak lagi cerita yang bisa kamu angkat untuk dijadikan sebuah karya film.

Kebiasaan Bertetangga

Tinggal di daerah yang banyak tetangga biasanya punya kebiasaan untuk beramah-tamah, atau paling tidak punya grup arisan. Terutama, biasanya ibu rumah tangga yang paling sering bersinggungan dengan tetangga-tetangga lain. Kalau kamu tinggal di daerah yang memiliki banyak tetangga dan punya hubungan yang dekat, mungkin kebiasaan-kebiasaannya bisa kamu angkat jadi cerita. Seperti film karya Reza Fahriyansyah ini, membuat film pendek berjudul “Oleh-Oleh”. Film ini menceritakan tentang seorang ibu yang ingin berangkat umroh, lalu teman-teman pengajiannya sekaligus tetangganya memberikan doa untuknya dan “menitipkan” oleh-oleh atau buah tangan padanya. Kebiasaan berbagi makanan saat lebaran juga sering dilakukan saat bertetangga. Kebiasaan direkam di film pendek ber-genre komedi “Opor Operan” disutradarai Mustafa. Nah mulai sekarang, coba deh perhatikan kebiasaan bertetangga apa saja yang menarik untuk dijadikan ide cerita?

Baca Juga:  Unduh Naskah Film Pendek Terbaik JAFF 2010: Territorial Pissings

Mitos Sehari-Hari

Banyak mitos yang sering terdengar di keseharian, misal dilarang membuka payung di dalam rumah bikin sial atau dilarang duduk di depan pintu bikin susah jodoh. Biasanya mitos-mitos tersebut dimanfaatkan untuk menertibkan anak-anak atau mengantisipasi kejadian yang tidak diinginkan. Nah, mitos-mitos yang berlaku di masyarakat ini bisa dijadikan ide cerita karya lho. Seperti film pendek yang hanya berdurasi 3 menit berjudul “Sandekala”. Film ini menceritakan mitos jangan keluar atau bermain saat magrib kalau tidak bisa diculik hantu. Mengangkat mitos lain, film “Singsot” karya Wahyu Agung Prasetyo membahas mitos dilarang siul di malam hari. Karena dipercaya bisa memanggil setan! Apakah ada mitos atau kepercayaan yang beredar di sekitarmu yang bisa kamu jadikan ide cerita?

Kecanduan Media Sosial

Media sosial untuk sebagian orang menjadi salah satu kebiasaan penting yang harus dilakukan sehari-hari. Entah hanya mengecek lini masa atau mengunggah konten. Ternyata penggunaan media sosial ini adakalanya bisa menjadikan penggunanya kecanduan. Bermula kecanduan berselancar di dunia maya dan bertemu dengan teman-teman maya hingga membatasi hubungan antar manusia yang nyata. Konteks ini diangkat oleh salah seorang sutradara Indonesia, Ernest Prakasa. Melalui film “Susah Sinyal”, ia menyentil hubungan ibu-anak dan ketergantungannya dengan sinyal. Film yang mengangkat isu serupa namun ber-genre misteri adalah “Searching” karya Aneesh Chaganty. Film “Searching” membahas anak perempuan yang sangat aktif di dunia maya hingga harus terlibat kasus kriminal dan menghilang selama beberapa hari. Ayahnya, melacak keberadaannya melalui akun media sosial yang dimiliki anaknya. Tentunya, semakin lama media sosial bakal semakin digandrungi, toh? Maka, secara tidak langsung akan semakin banyak hal menarik yang bisa direkam untuk menjadi ide cerita.

Baca Juga:  5 Jenis Konflik Dalam Film Untuk Inspirasimu Bercerita

Pertanyaan Basa-Basi

Pertanyaan dari kehidupan sehari-hari yang basa basi bisa menjadi ide cerita karyamu lho
Bertemu dengan saudara jauh di acara keluarga atau bertemu dengan kawan yang lama tidak jumpa, tidak serta merta menjadi hal yang menyenangkan bagi sebagian orang. Kemampuan basa-basi dibutuhkan di situasi ini untuk mengurangi rasa canggung yang muncul. Basa-basi sering diwakilkan dengan pertanyaan-pertanyaan yang sebenarnya tidak ingin didengar. Misal, Ani adalah seorang perempuan berusia 32 tahun belum menikah, biasanya akan ditanyakan “kapan kawin?”, “kok masih sendiri aja?”, “minta dihalalin dong!”, dsb. Tidak semua orang bisa menerima pertanyaan tersebut dengan lapang dada lho! Film berjudul “Kapan Kawin?” pernah dibuat di tahun 2015 sih, menceritakan ‘teror’ dari orang tua menanyakan kapan kawin terus! Kegemasan pada pertanyaan basa-basi ini yang dirasakan sebagian orang bisa nih dijadikan ide cerita.

Ide cerita di atas dari kehidupan sehari-hari bisa dikulik lebih dalam lagi untuk menjadi bahan ide cerita yang akan dibuat. Jika sudah ada bahannya, jangan lupa untuk riset lagi dan yang terpenting cobalah membuat karyanya!

Swasthi Mangundjaya

Community Manager
Kuliahnya di Surabaya menjadi awal pertemuannya dengan komunitas dan festival film. Setelah kuliahnya rampung, kembali pulang ke Jakarta dan saat ini menjabat sebagai Community Manager di Studio Antelope.
Swasthi Mangundjaya

Latest posts by Swasthi Mangundjaya (see all)

No Comments

Tulis Komentar: