Pentingnya Public Speaking Bagi Filmmaker

Public speaking adalah proses komunikasi yang biasanya dilakukan secara face-to-face. Public speaking bukan hanya berbicara di depan podium kemudian pendengar hanya duduk manis aja lho dan bisa dilakukan di mana saja. Nah, kemampuan public speaking ini harus dimiliki tiap orang, termasuk filmmaker. Berikut beberapa kondisi yang menunjukkan pentingnya public speaking bagi filmmaker.

Pentingnya Public Speaking Bagi Filmmaker

1. Menyampaikan Visi Film dengan Jelas

Sebagai pemimpin dalam proses kreatif pembuatan film, seorang sutradara juga harus dapat menyampaikan visi film kepada seluruh kru dan pemain. Mengingat bahwa film adalah bentuk pekerjaan kolaboratif, sehingga sutradara harus mampu merangkul seluruh tim agar mencapai visi film. Proses penyampaian ini yang menjadi sangat penting! Di sini lah kemampuan public speaking sutradara diuji. Selain dapat menyampaikan visi dengan jelas, sutradara juga harus mampu untuk membangun kepercayaan, rasa kepemilikan, dan suasana kolaboratif dengan seluruh tim. Karena public speaking tidak hanya persoalan berbicara di depan kelompok saja, tapi ia juga harus bisa menciptakan suasana pendengar tidak hanya mendengar, namun menyimak dan tergugah untuk berkolaborasi denganmu.

Kamu bisa menuliskan poin-poin yang ingin disampaikan terlebih dahulu. Hal ini dilakukan agar kamu tidak kehilangan arah pembicaraanmu saat menjelaskan visi film. Karena dengan banyaknya jumlah tim yang terlibat maka kemungkinan respons juga akan banyak yang biasanya membuat diskusi semakin melebar. Menyampaikan visi ini juga bisa kamu kemas dengan menggunakan creative deck agar semua lebih jelas tidak hanya secara lisan namun juga visual.

2. Berdiskusi dengan Penonton

Salah satu kegiatan yang sering ditemui pada acara pemutaran film adalah adanya diskusi antara pembuat film dan penonton. Diskusi biasanya dilakukan secara terbuka dan pembuat film akan dihujani banyak pertanyaan. Baik pertanyaan yang bisa terbilang klise hingga pertanyaan yang di luar dugaan. Sebagai pembuat filmnya, tentu kamu harus dapat bersikap dan menanggapi pertanyaan tersebut dengan tepat. Grogi atau nervous? Wajar bagi kamu yang baru pertama kali melakukannya, tapi bukan berarti kamu tidak mampu. Terapkan kemampuan public speaking kamu di acara momen ini agar penonton tertarik untuk terlibat pada diskusi.

Baca Juga:  Apa Tugas Manajer Produksi Film Di Dalam Produksi

Beberapa hal yang bisa kamu lakukan untuk mengurangi perasaan cemas:
1. Datang lebih awal ke lokasi acara. Jika kamu datang lebih awal, kamu bisa mengetahui besarnya ruangan, mengamati proses datangnya penonton ke venue, dan berbincang dengan moderator/penyelenggara atau bahkan penonton sebagai pemanasan sebelum acara dimulai. Dengan begitu kamu tidak akan kaget saat sampai dengan lokasi dengan venue yang sudah penuh penonton dan bisa bikin keringet dingin.
2. Cari tahu latar belakang penonton. Latar belakang yang bisa kamu cari tahu seperti, usia rata-rata penonton, pekerjaan (pelajar, mahasiswa, atau filmmaker, dll.) Mengapa latar belakang ini penting? Latar belakang penonton ini dapat membantumu untuk menentukan arah diskusi, baik penggunaan bahasa atau istilah-istilah filmmaking, hingga jokes yang bisa kamu lontarkan. Sehingga, semua materi yang kamu sampaikan bisa dipahami oleh penonton.

3. Berjejaring dengan Sesama Filmmaker

Public Speaking untuk Filmmaker itu penting!
Sebagian besar pasti sudah mengetahui jika salah satu kegiatan yang perlu dilakukan saat berkunjung ke acara film, seperti festival adalah berjejaring. Berjejaring di saat festival film tidak hanya terjadi antar dua orang saja, melainkan di dalam kelompok-kelompok kecil yang terbentuk secara tidak sengaja. Kelompok ini akan sangat fleksibel jumlah anggota dan durasi pertemuan. Karena sebenarnya kelompok tersebut lahir yang diawali hanya obrolan dua orang saja, kemudian kawan-kawan lainnya ikut dalam pertemuan. Nah, pentingnya public speaking bagi filmmaker juga diuji pada kondisi ini. Public speaking tidak melulu dalam format satu orang berada di depan, dan puluhan lainnya duduk di seberang mendengarkan.

Kemampuan public speaking juga dibutuhkan di waktu kamu sedang berada di kelompok kecil ini. Karena kelompok yang bersifat fleksibel bisa ‘bubar’ kapan saja. Kamu harus terlibat dalam kelompok tidak hanya berpartisipasi sebagai pendengar saja, tapi sebagai penanggap topik yang sedang dibicarakan. Alangkah lebih baik kamu juga bisa memberikan pandangan atau pendapatmu yang mampu membuat anggota kelompok lain menyimak dan memahami maksudmu. Jadi, meski dalam durasi singkat, pertemuanmu itu bisa memberikan kesan yang membekas pada orang lain. Maka, jaringanmu dengan filmmaker lain juga akan lebih luas.

Baca Juga:  9 Istilah Gaul yang Hanya Dimengerti Anak Syuting-an

4. Memenangkan Penghargaan

Untuk poin yang satu ini, anggap saja sebagai doa sekligus hitung-hitung persiapan. Siapa tahu saat film kamu masuk kategori kompetisi dalam ajang festival film dan menang. Kamu sudah siap untuk speech di atas podium sembari memegang trofi. Agar tidak kelupaan siapa saja yang akan kamu sebutkan dalam ucapan terima kasih, boleh kamu tulis nama-namanya dan latihan berbicara. Tapi, kalau sudah excited banget sih, biasanya buyar semua!

Swasthi Mangundjaya

Community Manager
Kuliahnya di Surabaya menjadi awal pertemuannya dengan komunitas dan festival film. Setelah kuliahnya rampung, kembali pulang ke Jakarta dan saat ini menjabat sebagai Community Manager di Studio Antelope.
Swasthi Mangundjaya

Latest posts by Swasthi Mangundjaya (see all)

No Comments

Tulis Komentar: